Archive for December, 2009

 

Pelaku Bisnis dan Indeks Persepsi Korupsi

Pemberantasan korupsi di Indonesia masih belum menunjukkan perubahan yang berarti. Pernyataan tersebut dapat disimpulkan dari skor Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2009 yang diluncurkan oleh Transparency International pada tanggal 18 November 2009 yang lalu. Dari indeks dengan skala 0 sampai dengan 10, di mana 0 berarti sangat korup dan 10 sangat bersih, Indonesia mendapatkan skor 2,8.

 
 
 

Belanja Modal Swasta Tumbuh 22 Persen

Kebutuhan anggaran belanja modal perusahaan swasta tahun 2010 diperkirakan meningkat 22 persen, yakni dari perkiraan 8,5 miliar dollar AS tahun 2009 menjadi 10,35 miliar dollar AS.

Anggaran itu membutuhkan kucuran kredit dari perbankan yang saat ini masih memiliki kelebihan likuiditas. Kepala Ekonom Bank Mandiri Mirza Adityaswara mengungkapkan hal itu di Jakarta, Senin (21/12).

 
 
 

Saat Kesejahteraan Menjauhi Buruh

Selama dua bulan terakhir, boleh jadi soal Bank Century tampil sebagai isu terhangat negeri ini. Hampir semua orang sibuk membahas polemik dana talangan bank yang berhubungan dengan sejumlah tokoh papan atas. Namun, jauh dari para tokoh tadi ada 29,11 juta buruh sibuk banting tulang. Para buruh ini berjuang mempertahankan hidup mereka dan keluarganya, yang semakin jauh dari kesejahteraan. Upah mereka semakin jauh dari standar kebutuhan kehidupan layak yang ada.

 
 
 

Reformasi Birokrasi = Remunerasi?

Pada 10 Desember 2005, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung ke Mahkamah Agung. Presiden kala itu secara tegas menyatakan dukungannya terhadap reformasi birokrasi di jajaran pengadilan. Setelah itu, pertemuan-pertemuan pimpinan Mahkamah Agung (MA) dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)—pascagonjang-ganjing perkara dugaan suap Harini Wiyoso yang melibatkan lima pegawai MA—dilakukan. KPK berkomitmen membantu proses reformasi birokrasi di MA.

 
 
 

Kondisi Kritis pada Triwulan I

Indonesia perlu mewaspadai perkembangan ekonomi pada triwulan I tahun 2010 berkenaan dengan kondisi politik yang terus memanas, terutama terkait kasus Bank Century. Kondisi ini bisa mendorong investor asing setiap saat bisa menarik dananya ke negara yang lebih menjanjikan.

 
 
 

Pro-Kontra soal Sistemik

Mantan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah dan mantan Deputi Gubernur Senior BI Anwar Nasution berpandangan bahwa Bank Century merupakan bank kecil dan tidak berdampak sistemik. Namun, Miranda S Goeltom berpandangan, bank sekecil apa pun dalam kondisi krisis bisa membawa permasalahan besar pada dunia perbankan.

 
 
 

Otsus Papua:Mendengar Kembali Suara Papua

Ketika Pater Yohanes Jonga menerima anugerah Yap Thiam Hien, sebuah penghargaan kepada pejuang hak asasi manusia, rasa bangga menyeruak. Pater Yohanes Jonga, yang telah bekerja di Papua sejak tahun 1986, dikenal tidak hanya dalam karyanya sebagai imam pada gereja Katolik, tapi juga dalam karyanya mendampingi dan mengadvokasi masyarakat Papua yang dilanggar hak-hak dasarnya sebagai warga negara.

 
 
 

Efek Century: Asing Pertanyakan Keamanan Investasi

Dampak kekisruhan politik terkait penyelamatan Bank Century membuat para investor asing mempertanyakan keamanan penyimpanan dana di Indonesia. Mereka mempertanyakan apakah otoritas fiskal dan moneter masih berani mengambil keputusan jika suatu saat terjadi krisis perbankan di dalam negeri.

Menurut Staf Khusus Menteri Keuangan Chatib Basri di Jakarta, Rabu (16/12), pertanyaan itu muncul karena hingga kini situasi global belum pulih sepenuhnya.

 
 
 

» Today Quote

Much learning does not teach understanding — "Heraclitus"

» Kalender

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031