‘Perbankan’ Category

 

Format Baru Atasi Krisis

Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan merevisi nota kesepakatan tentang protokol penanggulangan krisis keuangan. Protokol ini sempat dipakai menghadapi krisis keuangan pada 2008, yang berujung penyelamatan Bank Century.

Jika nota kesepakatan atau MOU ini kurang ampuh dalam menangkal krisis, pemerintah juga mempersiapkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau perppu yang hampir sama dengan Perppu Nomor 4 Tahun 2008 tentang Jaring Pengaman Sistem Keuangan atau JPSK.

 
 
 

Bank Ubah Strategi

Perbankan bersiap mengubah strategi untuk mengantisipasi berlakunya Perjanjian Perdagangan Bebas China-ASEAN atau CAFTA. Secara bertahap, bank memperbesar porsi penyaluran kredit ke sektor yang mendapat keuntungan dari pelaksanaan CAFTA.

Sebaliknya, perbankan akan mengurangi porsi kredit ke sektor-sektor yang produknya diperkirakan kurang memiliki daya saing dibandingkan dengan produk China dan negara-negara ASEAN lainnya.

 
 
 

Bank-bank Swiss Rapuh

Bank Sentral Swiss di Geneva, Kamis (18/6), memperingatkan, bank-bank besar di negara itu masih rentan terhadap guncangan keuangan. Secara keseluruhan, keuntungan bank- bank Swiss turun hingga 40 persen sepanjang 2008.

Menurut laporan Stabilitas Keuangan 2009, stabilitas perbankan Swiss terancam jika resesi ekonomi berlangsung lebih lama. Tanpa menyebut UBS dan Credit Suisse, dua bank terbesar di Swiss, Bank Sentral Swiss meminta bank-bank besar meningkatkan permodalan dan menekan risiko.

 
 
 

Menggugat Integritas Industri Keuangan Kita

Kasus penyelewengan dana nasabah di Bank Century dan Sarijaya Permana Sekuritas telah menimbulkan berbagai persoalan baru dalam kehidupan sehari-hari para korban. Lebih dari itu, masyarakat semakin gencar mempertanyakan integritas industri keuangan kita. Kepercayaan adalah sebuah taruhan teramat besar bila kedua kasus ini tak kunjung selesai.

 
 
 

Laba Bank Merosot

Laba bersih perbankan nasional tahun 2008 merosot 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Anjloknya laba dipicu oleh mengecilnya margin bunga bersih akibat perang bunga dana dan kerugian transaksi derivatif.

Data Bank Indonesia (BI) menyebutkan, laba bersih perbankan nasional tahun 2008 tercatat Rp 30,61 triliun, turun hampir 13 persen dibandingkan tahun 2007 yang senilai Rp 35 triliun. Laba perbankan nasional merupakan kumpulan laba 128 bank yang beroperasi di Indonesia.

 
 
 

Relaksasi Perlu Dilanjutkan

Perbankan mengharapkan Bank Indonesia melanjutkan relaksasi kebijakannya pada bulan-bulan berikut. Para bankir menilai paket kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonesia pada Januari 2009 belum optimal untuk mendorong penyaluran kredit.

Direktur BNI Achmad Baiquni, saat BNI Media Gathering, akhir pekan lalu di Jakarta, mengatakan, relaksasi kebijakan yang diumumkan Gubernur Bank Indonesia Boediono dalam Banker’s Dinner, pekan lalu, belum sepenuhnya sesuai keinginan industri perbankan. Contohnya, relaksasi yang terkait dengan penilaian kualitas aktiva.

 
 
 

BPD Masih Sekadar Jadi Kasir Pemda

Bank Indonesia menilai, peran bank pembangunan daerah belum optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. BPD masih cenderung berperan sebagai kasir pemerintah daerah.

Selain itu, menurut Gubernur Bank Indonesia Boediono, sinergi pemda dengan BPD dalam menggerakkan perekonomian juga lemah. ”Peran BPD hendaknya tidak hanya sekadar kasir daerah. BPD harus pula berperan sebagai agent of development dengan misi khusus untuk pengembangan ekonomi daerah,” katanya pada Lokakarya Asosiasi BPD (Asbanda)-Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia, Kamis (29/1) di Jakarta.

 
 
 

Jaga Stamina pada 2009

Tahun 2008 ibarat masa yang semula diharapkan manis, tetapi tiba-tiba menjadi pahit bagi industri perbankan. Saat perbankan tengah bersemangat bekerja, tecermin dari tingginya penyaluran kredit, tiba-tiba badai krisis datang, menghancurkan pasar keuangan domestik.

 
 
 

» Today Quote

Much learning does not teach understanding — "Heraclitus"

» Kalender

September 2010
M T W T F S S
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930